Rabu, 26 Mei 2010

SINTA - ISTANA KERIPIK IBU MERY

WUJUDKAN MIMPI-MIMPI
DARI KERIPIK PISANG

BANYAK ANAK INDONESIA YANG KURANG BERUNTUNG, mereka harus membantu kedua orangtua untuk mencari nafkah. Ada yang mengaso, mengamen atau pun jualan koran. Jika beruntung mereka bias membiayai sekolah. Banyak yang bermimpi untuk bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi, tapi mereka harus bisa mengelola waktu serta uang yang mereka dapatkan. Asalkan mau berusaha pasti bisa.
Itulah yang dialami oleh Sinta yang lahir di Teluk Bentung, 26 Oktober ini. Dilahirkan dikeluarga yang kurang mampu justru membuatnya menjadi seorang pengusaha hebat. Ia termasuk beruntung karena bisa mengejar ilmu hingga ke tingkat universitas. Berawal dari keinginan untuk menambah uang saku, bisnis yang diawalinya dari kecil-kecilan malah membuatnya jadi jutawan.


MEMANFAATKAN PRODUK LOKAL
Ia paham bahwa keluarganya bukan orang berkecukupan materi. Semua berawal ketika ia duduk dibangku SMA kelas 2, ia merasa harus membantu kebutuhan keluarganya. Pilihannya ialah bekerja di sebuah pabrik pisang. Sepulang sekolah ia bekerja disana selama 6 bulan dengan tekun dan mendapatkan upah yang cukup untuk membantu keluarganya.
Sambil bekerja ia juga mempelajari banyak ilmu dalam hal membuat kripik pisang, mulai dari memilih pisang yang baik, cara mengiris dan menggoreng sampai memberikan varisai rasa. Sinta yang kuliah di fakultas Ekonomi, Universitas Lampung ini juga mulai memikirkan dan menghitung secara sederhana omzet yang dihasilkan dibidang itu.
Lampung memang terkenal dengan berbagai makanan olahan dari pisang seperti kripik pisang. Rasanya yang dulu hanya gurih asin, kini dikembangkan menjadi lebih bervariasi. Itulah yang membulatkan tekad Sinta, bermodalkan uang sebanyak 3 juta ia memulai usahanya. Modal itu digunakan untuk membeli bahan-bahan dasar dan peralatan masak. Tak hanya bahan baku pisang saja yang ia coba olah tapi juga hasil bumi lain seperti singkong, ubi jalar, talas dan sukun.
Awal bisnis yang digeluti tidaklah semudah mimpinya, ada masalah yang harus dihadapinya. Pertama adalah standar kualitas bagi para pengusaha keripik pisang, Sinta pun akhirnya dapat menetapkan standar itu pada produknya. Kedua ialah masalah pemasaran, Sinta tidak tahu dimana ia akan memasarkan, karena hampir semua tempat di Lampung sudah ada kripik pisang. Untunglah Sinta memiliki saudara dan dua orang teman yang dapat membantunya dan mengerti akan pekerjaannya. Kedua teman Sinta membantu dalam pengemasan produk dan pemasaran. Awalnya produk Sinta dipasarkan ke sekolah-sekolah dan toko-toko cinderamata yang sering dikunjungi turis.
Karena usaha utamanya adalah keripik, maka Sinta memberi nama Istana Keripik pada produknya. Dan untuk menghormati ibunya ia menambahkan nama Ibu Mery di belakangnya, sehingga menjadi Istana Keripik Ibu Mery. Dulu ibunya sering dihina karena miskin dan tak berpendidikan, itulah mengapa ia menambahkan nama ibunya, agar orang tau bahwa nasib orang bisa berubah kapan saja.
Lama-kelamaan Sinta makin yakin bahwa bisnis adalah pilihan hidupnya. Ia percaya bisnis itu akan mengangkat Sinta dan keluarganya dari kemiskinan dan hidup sejahtera. Sinta ingin memiliki rumah karena dulu mereka sering berpindah-pindah dan kini nampaknya impian tersebut telah terwujud. Sinta juga berhasil mengangkat martabat keluarganya dari kemiskinan.

ULET DAN TANGGUH
Ternyata jiwa berbisnis Sinta sudah mulai terlihat sejak kelas 6 SD karena ia tidak ingin putus sekolah seperti kakak-kakaknya, apakah yang dijualnya saat itu? Sama seperti bisnis yang digelutinya sekarang yaitu Sinta kecil berjualan keripik pisang. Otaknya terus berputar untuk membantu keluarganya. Sinta sempat membantu ayahnya bekerja di bengkel teralis besi ketika SMP.
Keuletannya dan ketangguhannya juga terlihat saat Sinta berusaha mengembangkan keripik pisangnya. Ia beruntung karena rumah orang tuanya berada di pinggir jalan, cukup strategis untuk usahanya. Meski begitu Sinta masih harus memikirkan cara untuk mengembangkan bisnisnya, melihat hamir semua daerah dilampung sudah ada kripik pisang. Bagaimana Sinta harus menghadapi persaingan ini agar dapat bertahan bahkan menjadi usaha turun-temurun?
Sinta sadar bahwa ia harus mengembangkan inovasi, salah satu cara yang dilakukannya dengan memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggannya yaitu membiarkan calon pembeli untuk mencicipi keripik pisang buatannya sebelum membelinya. Sinta juga berhasil mengembangkan 9 rasa kripik diluar rasa yang standar. Dengan begitu pembeli dapat memilih rasa yang disukainya. Ada rasa stroberi, cokelat, keju, dan jagung. Selain itu, ia juga mempertahankan kripik dari umbi-umbian lain, untuk menarik pembeli yang mungkin saja bosan dengan kripik pisang.
Kerja keras memang modal utama Sinta. Tapi ia tidak pernah lupa berdoa agar usahanya selalu berjalan lancar. Sinta juga sadar bahwa kekayaannya sekarang bukanlah miliknya seutuhnya. Karena itu, ia rajin memberikan sumbangan kepada orang yang membutuhkan. Sering kali ia memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan di daerah-daerah yang sering ia kunjungi untuk mengambil bahan baku.
Baru tiga tahun usahanya berjalan, ia sudah bisa membuka lapangan pekerjaan bagi 13 karyawan. Sebagian dari mereka adalah tetangganya sendiri sama seperti waktu dulu ia bekerja pada tetangganya. Meski telah tumbuh menjadi seorang jutawan muda, Sinta tidak berubah menjadi manusia sombong. Ia tetap tampil sebagai wanita rendah hati yang punya segudang mimpi untuk keluarganya tercinta.

sumber : Rhenald Kasali, 2010, "Wirausaha Muda Mandiri, Ketika Anak Sekolah Berbisnis", PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Selasa, 25 Mei 2010

WAHYU ADITYA

DARI HOBI MENGGAMBAR
MAMPU MERAUP DOLAR

MUDA, PINTAR, KREATIF, punya usaha sendiri dan kaya, pastinya jadi impian tiap orang. Karena sering menyaksikan acara TVRI “Gemar Membaca” di era 70-an,sekarang di usianya yang relatif muda, Wahyu Aditya nyaris punya semuanya. Dengan kemampuanya di bidang desain grafis dan animasi, ia menjadi pemeran utama dalam bidang bisnis deasin grafis dan animasi di tanah air. Bahkan ia pun banyak diburu oleh perusahaan kreatif untuk menggarap sederet pesanan iklan. Baik iklan komersial maupun layanan masyarakat.


Titik awal yang membuat nama Adit, sapaanya akrabnya, menggebrak dunia animasi internasional adalah saat dewan juri yang terdiri dari pakar film Inggris menobatkannya menjadi International Young Screen Entrepreneur of the Year 2007. Pada event yang diselenggarakan oleh British Council di Apollo Theatre West End London itu, ia berhasil menalahkan saingannya dari India, Cina, Brazil, Polandia, Slovenia, Lithuania, Nigeria, dan Lebanon. Dewan juri menilai Adit berhasil memadukan kreatifitas, idealisme dan bisnis di usia yang masih muda. Pada usia 27 tahun, ia telah mendirikan sekolah film “HelloMotion” dan memprakarsai festival film animasi “HelloFest!” yang tiap tahunnya menarik 10 ribuan penonton muda di seluruh Indonesia.

Di tengah keterbatasan industri animasi kreatif di Indonesia, Adit dinilai mampu menciptakan peluang pasar sendiri. Beberapa brand pun telah ditanganinya, antara lain PLN, Busway, Kampanye Pemilu, Jakarta International Film Festival (JIFFEST), dan Pertamina.

Tapi siapa Adit sebenarnya? Bagaimana dari seorang yang belum pernah terdengar namanya tiba-tiba menjadi animator level dunia?


KISAH GAMBAR DINDING

Kegemaran menggambar Adit sudah ada sejak ia di bangku SD. Ia pernah menjadi juara lomba menggambar ketika menjadi murid kelas 1 SD Cor Juse 1 Malang. Kegemaran itu pun disalurkan dengan mengirim gambar-gambarnya kepada Tino Sidin, tokoh yang mengasuh acara “Gemar Menggambar” di TVRI. Namun sayangnya, gambarnya tak pernah muncul untuk ditayangkan.

Ketika kelas 6 SD, ia rajin mengisi buku tulisnya dengan berbagai gambar dan cerita. Daripada membeli mainan, ia lebih memilih membeli kertas HVS untuk menggambar. Ia juga rajin mengubah buku tulisnya menjadi majalah dengan menciptakan berbagai ilustrasi sederhana karangannya. Nama-nama tokoh dipelesetkan dari inspirasi di lingkungannya. Ilustrasi itu pun disebarkan ke kawan sekelasnya. Ia mengaku senang bisa menghibur teman-temannya lewat hasil karyanya. Menginjak SMP, ia dipercaya untuk mengelola satu rubrik khusus untuk majalah sekolahnya, yang isinya tentang keadaan sekolah saat itu.

Berlanjut lagi ke SMA. Ia sudah menggambari dinding sekolahnya. Adit mengaku bahwa ia adalah murid pertama yang diberikan izin untuk menggambari dinding. Karir sebagai animator diawalinya dengan menjadi komikus amatir. ‘Korban’ pertamanya untuk membuat strip komik adalah buku-buku pelajaran kelas 3 SMA-nya. Ketika akan kuliah pun anak dari pasangan Sanarto Santoso dan Tri Astuti ini memilih untuk kuliah di tempat yang tidak ada matematika.

Akhirnya Adit berkuliah di Advance Diploma of Interactive Multimedia-KvB Institute of Tech di Sydney, Australia dan memdalami multimedia.Saat kuliah ia sempat 3 kali mengikuti lomba dan sekali menjadi juara pertama. Tiap liburan ia habiskan untuk magang di Indonesia. Pertama kali ia magang di suatu percetakan sablon selama 2 bulan di Malang. Pemilik percetakan malihat karya Adit jauh dari kelasnya. Ia pun mengarahkan Adit agar magang di Broadcast Desain Indonesia di Jakarta Selatan untuk mengamati pembuatan dan teknik editing video.

Selepas kuliah tahun 2000-2002, Adit mengawali karir sebagai cretive desingner & animator di Trans TV. Meski gelarnya sebagai best student si KvB Institute of Tech, ia tidak mau melanjutkan hidup di Negeri Kangguru itu. Dengan alasan ia tidak betah tinggal di Australia.

Selepas dari Trans TV, Adit bekerja freelance selama 1 tahun. Berkat keterampilan dan pengetahuannya yang padat, ia mampu melakukan pekerjaan animator, sutradara, maupun produser. Proyek pertamanya adalah video clip band Padi berjudul Bayangkanlah yang berhasil memenangkan “Best Video Clip of The Month” dan “People Choice Award” di ajang Video Music Indenesia 2002. Sejak itu, Adit dibanjiri tawaran-tawaran.

berikut ini video klip Padi - Bayangkanlah



MERINTIS PERJALANAN KARIR YANG SEPI

Karena keyakinannya pada diri sendiri membuat Adit tidak tertarik pada tawaran bekerja di bawah perusahaan orang lain. Bersama 7 kawannya ia mendirikan perusahaan di bidang jasa. Sayangnya, perusahaan tersebut tidak mampu bertahan.

Kesadaran bahwa hanya pada dirinya sendiri ia dapat bersandar, membuat Adit mengambil langkah yang cukup nekat. Dengan niat agar orang Indonesia tidak bersekolah ke luar negeri, ia meminjam uang sebesar Rp 400 juta untuk mendirikan lembaga kursus animasi. Dengan riset kecil-kecilan yang dilakukan sebelumnya, banyak orang menyatakan berminat bila Adit mendirikan lembaga kursus tersebut.

Tekad itu terwujud melalui keikut sertaanya di pameran pendidikan di Semanggi Expo, Jaksel. Di sana ia menemukan 41 orang yang menjadi murid. Inilah langkah awal didirikannya HelloMotion Inc, School of Amnimation and Cinema. Nama tersebut dimaksudkan agar Adit dapat membuka franchise ke luar negeri.

Setelah berdiri, jalan yang dirintis lembaga ini masih sepi. Modal Rp 400 juta, malah -11% ketika awal berdiri, tahun berikutnya -6%. Tapi kini Adit telah meraup untung 18% per tahun dan hampir 1000-an siswa yang telah diluluskan.

Selain mencari penghasilan, Adit juga membentuk Kementerian Desain Republik Indonesia(KDRI-www.kdri.web.id) yang tujuannya mengubah Indonesia lewat caranya sendiri. Di KDRI, srtruktur birokrasinya sederhana, dimana Adit menjabat sebagai jubir kementerian dan posisi menteri diduduki oleh Mr. Gembol (panggilan masa kecil Adit). Mr. Gembol juga merangkap sebagai kurir KDRI. Meski terkesan lucu, dalam sehari website ini setidaknya dikujungi 1000 orang. Di sini volunteer dari mana pun bisa mengirimkan hasil karya mereka.

HELLOMOTION

Ada yang menarik dari tujuan Adit mendirikan HelloMotion. Pria kelahiran Malang, 4 Maret 1980 ini berkata bahwa animasi di Indonesia masih kalah dari Korea, Cina dan India. Animasi di Indonesia masih tergolong periklananan, sedangkan untuk layar lebar maupun serial TV masih banyak PR yang harus dikerjakan. Ia juga berpendapat industri kreatif dan animasi bisa menjadi lahan subur bila ditekuni dengan baik. Apa lagi hobilah yang dapat menghasilkan uang di bidang ini, tidak seperti bidang lain dimana sebagian orang harus meninggalkan hobi untuk mencari uang. Pada 2004 memang belum ada sekolah animasi di Indonesia, hal inilah yang membuat Adit ingin menggarapnya. Ia yakin dengan mendirikan sekolah animasi, konten animasi lokal di TV akan bertambah dan indusrti animasi lebih maju. Sehingga akan ada banyak warga Indonesia yang kualitas hidupnya dan kesejahteraannya meningkat.

Kini, misi HelloMotion yang menggalakan budaya motion picture art mulai dipertimbangkan di industri animasi Tanah Air.

Dan untuk terus mengembangkan bisnisnya, Adit lebih banyak menggunakan pola Buzz Marketing alias getok tular. Awalnya memang jorjoran lewat iklan di berbagai media. Namur karena dirasa citranya sudah cukup bagus, maka akhirnya ia lebih memilih pola Buzz Marketing. Sekarang, peraih berbagai penghargaan ini tengah mengembangkan tim promosi dan pemasaran. Salah satunya membuat situs www.menteridesainindonesia.blogspot.com

Adit sendiri tak terlalu khawatir dengan persaingan di industri animasi. Karena daftar tunggu untuk peserta kursus sekarang bisa mencapai sebulan di Hello School. Adit juga tak kenal letih menularkan inovasi.


klik di sini untuk melihat profil Wahyu Adtiya

sumber : Rhenald Kasali, 2010, "Wirausaha Muda Mandiri, Ketika Anak Sekolah Berbisnis", PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Kamis, 11 Maret 2010

SANG PEMIMPI



Sang Pemimpi adalah sebuah film Indonesia tahun 2009 yang diadaptasi dari tetralogi novel Laskar Pelangi kedua, Sang Pemimpi, karya Andrea Hirata. Film ini disutradarai oleh Riri Riza dengan produser Mira Lesmana. Pengambilan gambar dimulai di Belitung (Belitong, dalam bahasa setempat) pada 1 Juli 2009 dan dijadwalkan selesai pada 21 Agustus 2009, dan akan dilakukan di beberapa lokasi di Manggar, Tanjung Pandan, Jakarta, dan Bogor. Film ini telah ditayangkan di bioskop di Indonesia mulai 17 Desember 2009.



Sang Pemimpi menjadi film pembuka dalam Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2009 pada 4 Desember 2009, dan menjadi film Indonesia pertama yang menjadi pembuka sejak JiFFest pertama pada tahun 1999. Kesuksesan Laskar Pelangi gagal total dilanjutkan oleh film ini, yang mungkin disebabkan oleh banyaknya kontroversi film sebelumnya. Namun, film ini masih bisa menembus angka 700 ribu penonton.



SINOPSIS

Dalam Sang Pemimpi ini bercerita tentang kehidupan tiga orang remaja ketika masa-masa SMA. Tiga tokoh utamanya adalah Ikal, Arai dan Jimbron. Ikal- alter egon penulis cerita, sedangkan Arai adalah saudara jauh yang yatim piatu yang disebut simpai keramat karena anggota keluarga terakhir yang masih hidup dan akhirnya menjadi saudara angkat dan Jimbron adalah seorang yatim piatu yang terobsesi dengan kuda dan gagap bila sedang antusias terhadap sesuatu atau ketika gugup.

Ketiganya dalam kisah persahabatan yang terjalin dari kecil sampai mereka bersekolah di SMA Negeri Manggar, SMA pertama yang berdiri di Belitung bagian timur. Bersekolah di pagi hari dan bekerja sebagai kuli di pelabuhan ikan pada dini hari, dari ketagihan mereka menonton film panas di bioskop dan akhirnya ketahuan guru mengaji mereka , kisah cinta Arai dan Jimbron, perpisahan Jimbron dengan Ikal dan Arai yang akan meneruskan kuliah di Jakarta yang akhirnya membuat mereka berdua terpisah tetapi tetap akan bertemu di Perancis. Hidup mandiri terpisah dari orang tua dengan latar belakang kondisi ekonomi yang sangat terbatas namun punya cita-cita besar , sebuah cita-cita yang bila dilihat dari latar belakang kehidupan mereka, hanyalah sebuah mimpi.


PLOT

Sang Pemimpi merupakan kelanjutan dari Laskar Pelangi. Film ini menceritakan mengenai Ikal dan saudara sepupunya, Arai, serta sahabatnya, Jimbron, pada usia remaja, dan mengisahkan mengenai anak remaja yang mencari identitas diri dan seksualitas pada usia 17 tahun.

Ikal masih merindukan cinta pertamanya yang telah pergi dari Belitung, menyisakan hanya kenangan dan sebuah kotak kaleng yang bergambarkan menara Eiffel. Arai, seorang playboy bergaya Melayu, jatuh cinta kepada teman sekelasnya Zakiah Nurmala yang tampaknya bertepuk sebelah tangan. Sementar itu, Jimbron berangan-angan untuk menyelamatkan Laksmi, seorang gadis muda yang bekerja di sebuah pabrik cincau. Bersama-sama, ketiganya berusaha untuk mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi.


PEMERAN

Sang Pemimpi diperankan oleh beberapa artis terkenal serta artis film pendatang baru asli Belitung. Hanya beberapa pemeran dari Laskar Pelangi yang dipertahankan untuk turut dalam film ini. Vikri Setiawan, Ahmad Syaifullah, Azwir Fitrianto, Sandy Pranatha, dan Zulfanny adalah para pemeran asli Belitung.

* Vikri Setiawan sebagai Ikal remaja.

o Lukman Sardi sebagai Ikal dewasa (juga dalam Laskar Pelangi).

o Zulfanny memerankan Ikal kecil (juga dalam Laskar Pelangi)

* Rendy Ahmad sebagai Arai remaja. Arai merupakan sepupu jauh Ikal yang ditinggal mati kedua orang tuanya dan kemudian diangkat sebagai anak oleh orang tua Ikal. Bagi Ikal, Arai adalah pahlawannya.

o Nazriel Ilham (Ariel "Peterpan") sebagai Arai dewasa. Mira Lesmana menyatakan bahwa Ariel Peterpan sebagai Arai dipilih melalui proses casting, bukan karena kepopulerannya.

o Sandy Pranatha sebagai Arai kecil.

* Azwir Fitrianto sebagai Jimbron remaja.

* Mathias Muchus sebagai Seman Said Harun, Ayah Ikal (juga dalam Laskar Pelangi).

* Rieke Diah Pitaloka sebagai Ibu Ikal (juga dalam Laskar Pelangi).

* Nugie sebagai Pak Balia, seorang guru muda pengajar sastra yang inspiratif dan bersemangat, yang menginspirasi Ikal dan Arai untuk bermimpi kuliah di Perancis. Nugie mengatakan bahwa demi tampil maksimal dalam film ini, ia belajar jadi orang culun, memakai kemeja lusuh, dan celana di atas perut. Ia juga harus mempelajari dialek Belitong dengan mendengarkan rekaman percakapan orang-orang Belitong. Film ini dianggapnya sebagai sebuah batu loncatan.

* Landung Simatupang sebagai Pak Mustar, kepala sekolah yang keras dan galak.

* Maudy Ayunda sebagai Zakiah Nurmala, gadis Melayu nan cantik yang menjadi obsesi cinta Arai.

* Yayu Unru sebagai Bang Rokib, pelaut Melayu yang berpengalaman.

* Jay Widjajanto sebagai Bang Zaitun, pemusik Melayu lokal yang lihai soal asmara.


TOKOH-TOKOH

Tokoh Utama

1. Ikal adalah anak kampung yang miskin yang dimiliki Negara. Ikal masih merindukan cinta pertamanya yang telah pergi dari Belitung, menyisakan hanya kenangan dan sebuah kotak kaleng yang bergambarkan menara Eiffel.

2. Arai adalah tokoh sentral dalam buku ini. Menjadi saudara angkat Ikal ketika kelas 3 SD saat ayahnya (satu-satunya anggota keluarga yang tersisa) meninggal dunia. Arai adalah seseorang yang mampu melihat keindahan di balik sesuatu, sangat optimis dan selalu melihat suatu peristiwa dari kaca mata yang positif. Arai adalah sosok yang begitu spontan dan jenaka, seolah tak ada sesuatupun di dunia ini yang akan membuatnya sedih dan patah semangat. Arai juga seorang playboy bergaya Melayu, jatuh cinta kepada teman sekelasnya Zakiah Nurmala yang tampaknya bertepuk sebelah tangan.

3. Jimbron, anak yatim piatu yang diasuh oleh seorang pastur Katolik bernama Geovanny.Laki-laki berwajah bayi dan bertubuh subur ini sangat polos. Segala hal tentang kuda adalah obsesinya, dan gagapnya berhubungan dengan sebuah peristiwa tragis yang memilukan yang dia alami ketika masih SD , dulu ayahnya sekarat di depan matanya maka ia membawa ayahnya dengan sepeda yang lajunya lama sampai di puskesmas ayahnya meninggal di depan matanya dan waktu ditanyai orang-orang di sudah terlanjur gagap karena terlalu banyak menangis sampai tersendat-sendat ia selalu berfikir jika saja waktu itu dia menaiki kuda pasti ayahnya tertolong. Jimbron adalah penyeimbang di antara Arai dan Ikal, kepolosan dan ketulusannya adalah sumber simpati dan kasih sayang dalam diri keduanya untuk menjaga dan melindunginya. Jimbron berangan-angan untuk menyelamatkan Laksmi, seorang gadis muda yang bekerja di sebuah pabrik cincau.


Tokoh Lain

1. Pendeta Geovanny, ia adalah seorang Katolik yang mengasuh Jimbron selepas kepergian kedua orangtua Jimbron. Meskipun berbeda agama dengan Jimbron, beliau tidak memaksakan Jimbron untuk turut menjadi umat Katolik. Bahkan beliau tidak pernah terlambat mengantar Jimbron pergi ke masjid untuk mengaji. Meski disebut Pendeta, Geovanny yang berdarah Italia ini adalah seorang Pastor.

2. Pak Mustar M. Djai'din. BA. adalah salah satu pendiri SMA Bukan Main. Ia adalah wakil kepala sekolah SMA Bukan Main, seorang yang baik dan cukup sabar namun berubah menjadi tangan besi ketika anaknya sendiri justru tidak diterima masuk ke SMA tersebut karena NEMnya kurang 0,25 dari batas minimal.Terkenal dengan aturan-aturannya yang disiplin dan hukuman yang sangat berat. Namun sebenarnya beliau adalah pribadi yang sangat baik dan patut dicontoh.

3. Pak Drs. Julian Ichsan Balia; Kepala Sekolah SMA Negeri Manggar.Laki-laki muda, tampan, lulusan IKIP Bandung yang masih memegang teguh idealisme.

4. Nurmala; Zakiah Nurmala binti Berahim Mantarum,gadis pujaan Arai sejak pertama kali Arai melihatnya. Nurmala adalah gadis yang pandai, selalu menyandang ranking 1. Ia juga penggemar Ray Charles dengan lagunya "I Can't Stop Loving You" dan Nat King Cole dengan lagunya When I Fall in Love.

5. Laksmi; gadis pujaan Jimbron. Telah kehilangan kedua orangtuanya dan tinggal serta bekerja di sebuah pabrik cincau. Semenjak kepergian orangtuanya ia tidak pernah lagi tersenyum, walaupun senyumnya amat manis. Ia baru dapat tersenyum ketika Jimbron datang mengendarai sebuah kuda.

6. Capo Lam Nyet Pho; Seorang yang memungkinkan berbagai hal sebagai objek untuk bisnisnya. Bahkan ketika PN Timah terancam kolaps, ia melakukan ide untuk membuka peternakan kuda meskipun kuda adalah hewan yang asing bagi komunitas Melayu.

7. Taikong Hamim; Guru mengaji di masjid di kampung Gantung.Dikenal sebagai sosok nonkonfromis dan sering memberlakukan hukuman fisik kepada anak-anak yang melakukan kesalahan.

8. Bang Zaitun; Seniman musik pemimpin sebuah kelompaok Orkes Melayu. Dikenal sebagai orang yang pernah mempunyai banyak pacar dan hampir memiliki 5 istri. Sebenarnya kunci keberhasilannya dalam percintaan adalah sebuah gitar. Ia pun mengajarkan hal tersebut pada Arai yang sedang mabuk cinta dengan Nurmala.

9. A Kiun; Gadis Hokian penjaga loket bioskop.

10. Nurmi; Berbakat memainkan biola, mewarisi biola dan bakat dari kakeknya yang ketua kelompok gambus di Gantung. Nurmi adalah tetangga Arai dan Ikal, seumuran, dan dia adalah gadis yang sangat mencintai biola.

11. Pak Cik Basman; Seorang tukang sobek karcis di sebuah bioskop di Belitong.

12. A Siong; Pemilik toko kelontong tempat Ikal dan Arai berselisih tentang penggunaaan uang tabungan

13. Deborah Wong; Istri A Siong dan ibu dari Mei Mei. Perempuan asal Hongkong yang tambun dan berkulit putih.

14. Mei Mei; Gadis kecil anak Deborah Wong.


sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Sang_Pemimpi

http://id.wikipedia.org/wiki/Sang_Pemimpi_(film)

Senin, 22 Februari 2010

O.R.A.N.G __S.U.K.S.E.S


Bill Gates (lahir di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955; umur 53 tahun), terlahir dengan William Henry Gates III , adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates.
Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007), namun sejak 5 Maret 2008 berada di posisi ketiga setelah pebisnis AS Warren Buffett dan pebisnis Meksiko Carlos Slim HelĂș.

Bill Gates dilahirkan di Seattle, Washington dari William Henry Gates, Jr., seorang pengacara, dan Mary Maxwell, pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bell dan anggota Tingkat Nasional United Way. Gates belajar di Lakeside School, sekolah elit yang paling unggul di Seattle, dan meneruskan berkuliah di Universitas Harvard, tetapi didrop out.

William Henry Gates III lahir pada tahun 1955, anak kedua dari tiga bersaudara dalam keadaan sosialnya terkemuka di Seattle, Washington. Ayahnya seorang pengacara dengan perusahaan yang punya banyak koneksi di kota, dan ibunya seorang guru, yang aktif dalam kegiatan amal. Bill seorang
anak yang cerdas, tetapi dia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mendapatkan kesulitan di sekolah. Ketika dia berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki.


Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Mesin ini, yang disebut ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada intinya ini sebuah mesin ketik yang selanjutnya siswa bisa memasukkan perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban kembali diketikkan ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini merepotkan, tetapi mengubah kehidupan Gates. Dia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa pemograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, dia melewatkan waktu ber-jam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer. "Dia adalah seorang 'nerd' (eksentrik)," sebagaimana salah seorang guru memberikan Gates julukan itu.

Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk mikro komputer. Seperti cerita di Popular Electronics mengenai "era komputer di rumah-rumah" dan mereka berdua yakin software adalah masa depan. Inilah awal Microsoft.

Semasa ia belajar di Harvard, ia dan Paul Allen menulis perangkat lunak Altair BASIC untuk Altair 8800 dalam dasawarsa 1970. Altair merupakan komputer pribadi pertama yang sukses. Diberi inspirasi oleh BASIC, sebuah bahasa komputer yang m
udah dipelajari dan ditulis di kolese Dartmouth untuk mengajar, versi Gates dan Allen kemudian menjadi Microsoft BASIC, bahasa komputer terjemahan yang utama untuk sistem operasi komputer MS-DOS, yang menjadi kunci pada kesuksesan Microsoft. Microsoft Basic pada nantinya dijadikan Microsoft QuickBasic. Versi Microsoft QuickBasic yang dijual tanpa kompiler QuickBasic dikenal sebagai QBasic. QuickBasic juga dijadikan Visual Basic, yang masih popular hingga masa sekarang.

Dalam awal dasawarsa 1970, Gates menulis Surat Terbuka kepada Penghobi (Open Letter to Hobbyists), yang mengejutkan komunitas yang mempunyai hobi pada komputer dengan menyatakan bahwa ada pasaran komersial untuk perangkat
lunak/software dan bahwa software tidak layak dikopi dan digandakan tanpa izin penerbitnya. Pada masa itu, komunitas tersebut dipengaruhi kuat oleh dasar radio hamnya dan etika hacker, yang berpendapat bahwa innovasi dan pengetahuan patut dibagi oleh komunitas pengguna komputer. Gates kemudian mendirikan Microsoft Corporation, salah satu perusahaan paling sukses di dunia, dan memimpin arah kepada pembukaan industri software komputer.

Gates juga mendapat reputasi yang tidak baik untuk caranya berdagang. Satu contoh ialah MS-DOS. Pada akhir dasawarsa 1970, IBM berencana untuk memasuki pasaran komputer personal dengan komputer personal IBM, yang diterbitkan pada 1981. IBM memerlukan sistem operasi untuk komputernya, yang direncanakan dapat mencakup dan mengelola arkitektur 16-bit oleh keluarga chip x86 Intel. Setelah berunding dengan sebuah perusahaan lain (Perusahaan Digital Research di California), IBM bertanya kepada Microsoft. Tanpa memberitahu tentang ikatan mereka dengan IBM, eksekutif-eksekutif Microsoft membeli sebuah system operasi x86 dari p
erusahaan Seattle Computer seharga $50,000. (Ada kemungkinan Microsoft dilarang IBM untuk memberitahukan tentang ikatannya kepada orang awam) Microsoft kemudian melisensikan sistem operasi ini ke IBM (yang menerbitkannya dengan nama PC-DOS) dan bekerja dengan perusahaan komputer untuk menerbitkannya dengan nama MS-DOS, pada setiap system komputer yang dijual.

Rencana Microsoft amat sukses tetapi digugat oleh Seattle Computer karena Microsoft tidak memberitahukan mengenai ikatannya dengan IBM untuk membeli system operasi itu dengan murah; oleh sebab ini, Microsoft membayar uang kepada Seattle Computer, tetapi tidak mengakui kesalahannya. Reputasi Gates kemudian lebih diburukkan oleh tuntutan dakwaan monopoli oleh Departemen Keadilan A.S. dan perusahaan-perusahaan individu yang menentang Microsoft dalam akhir dasawarsa 1990.

Dalam dasawarsa 1980 Gates gembira atas kemungkinan penggunaan CD-ROM sebagai media penyimpanan d
okumen, dan mensponsori penerbitan buku CD-ROM: The New Papyrus yang mempromosikan ini.

Tidak dapat disangkal bahwa Bill Gates telah melakukan beberapa kesalahan dalam bisnis softwarenya. Hal ini terbukti dengan beberapa dakwaan yang diarahkan kepadanya berkaitan dengan cara - cara bisnis yang melanggar undang-undang bisnis Amerika Serikat, misalnya monopoli Internet Explorer pada sistem operasi Windows.

Pada tahun 2000, Bill Gates mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO dan memandatkannya kepada kawan lamanya, Steve Ballmer. Gates kemudian memilih untuk kembali ke profesi lamanya yang ia cintai yaitu sebagai pencipta perangkat lunak. Kini Bill Gates menjadi Kepala Penelitian dan Pengembangan Perangkat Lunak di perusahaannya sendiri, Microsoft Corp.




Dalam kehidupan pribadinya, Gates menikah dengan Melinda French pada 1 Januari 1994. Mereka mempunyai tiga orang anak, Jennifer Katharine Gates (1996), Rory John Gates (1999) and Phoebe Adele Gates (2002).

Dengan istrinya, Gates telah mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation, sebuah yayasan sosial filantropi. Para kritikus mengatakan ini merupakan pembuktian terhadap kemarahan orang banyak tentang atas praktik monopoli dan adikuasa perusahaannya, tetapi mereka yang dekat dengan Gates berkata bahwa ia telah lama berencana untuk menyumbangkan sebagian besar hartanya. Pada tahun 1997 koran Washington Post menyatakan bahwa "Gates telah menyatakan bahwa dia memutuskan untuk menyumbangkan 90 persen daripada hartanya semasa dia masih hidup." Untuk meletakkan ini dalam perspektif yang benar, sumbangan ini, walau apa sebabnya, telah menyediakan uang yang amat diperlukan untuk beasiswa universitas kaum minoritas, menentang AIDS dan sebab-sebab lain, kebanyakannya isu-isu yang biasa tidak dipedulikan oleh komunitas penderma, seperti penyakit-penyakit yang biasa kita lihat di dunia ketiga. Dalam bulan Juni 1999, Gates dan istrinya mendermakan $5 milyar kepada organisasi mereka, pendermaan yang paling besar dalam dunia oleh individu-individu yang hidup.

Pada tahun 1994, ia membeli Codex Leicester, sebuah koleksi naskah manuskrip Leonardo da Vinci; pada tahun 2003 koleksi ini dipamerkan di Museum Seni Seattle.

Pada tahun 2005, Gates menerima penghargaan kesatriaan (Knight Commander of the Order of the British Empire Kehormatan) dari Ratu Elizabeth II.

Pada 27 Juni 2008, Gates mengundurkan diri dari sebagian besar jabatannya di Microsoft (namun tetap bertahan sebagai ketua dewan direktur) dan mengkonsentrasikan diri pada kerja kedermawanan melalui yayasan yang didirikannya, Yayasan Bill & Melinda Gates.

Sumber :
www.wikipedia.org
http://dwisusilo.com/index.php/archived-article/63-tokoh/70-bill-gates-microsoft